Loading

Tajwid

ILMU TAJWID (HUKUM DAN TATA CARA MEMBACA AL-QUR’AN)

A.     Hukum Alif Lam ada dua yaitu :
1.      Alif Lam Qomariyah ialah Alif Lam sebelum huruf qomariyah, dan bunyi alif lam tersebut dibaca jelas yaitu (AL), huruf-hurufnya ada 14 yaitu :

No
Huruf
Contoh
Dibaca
1
ا

 

2
ب


3
غ


4
ح


5
ج


6
ك


7
و


8
خ

 

9
ف


10
ع


11
ق


12
ي


13
م


14




2.      Alif Lam Syamsiah ialah Alif Lam sebelum huruf syamsiah, dan bunyi alif lam tersebut hilang, huruf-hurufnya ada 14 yaitu :

No
Huruf
Contoh
Dibaca
1

 

2


3


4


5


6


7


8

 

9


10


11


12


13


14




B.     Hukum Ghunnah
Yaitu Mim dan Nun bertasydid  ( م & ن ) harus dibaca dengung ke hidung dengan nyata.

No
Huruf
Contoh
Dibaca
1
م

Dengung/sangau pas di Mim syiddah
2
ن

Dengung/sangau pas di Nun syiddah

C.  Hukum Nun mati/sukun  ( ن )  dan tanwin   (   ٌ   ٍ   ً   ) ada 5 yaitu :

1.      Izhar Halqi ialah Nun mati/sukun  ( ن )  dan tanwin   (   ٌ   ٍ   ً   ) bila bertemu dengan salah satu huruf Izhar maka dibaca jelas. Adapun huruf-hurufnya ada 6 yaitu :

No
Huruf
Contoh
Nun sukun
Dibaca
1

 

2


3


4


5


6


No
Huruf
Contoh
Tanwin
Dibaca
1

 

2


3


4


5


6



2.      Idghom Bighunnah ialah Nun sukun  ( ن )  dan tanwin   ( ٌ   ٍ   ً ) bertemu salah satu huruf Idghom Bighunnah maka dibaca dengung. Adapun hurufnya ada 4 yaitu :

No
Hrf
Contoh
Nun sukun
Dibaca
1

 

2


3


4


No
Huruf
Contoh
Tanwin
Dibaca
1


2


3


4




3.      Idghom Bila Ghunnah ialah Nun mati/sukun  ( ن )  dan tanwin   ( ٌ   ٍ   ً ) bertemu salah satu huruf Idghom Bila Ghunnah maka tidak dengung. Hurufnya ada 2 yaitu :

No
Huruf
Contoh
Nun sukun
Dibaca
1

 

2


No
Huruf
Contoh
Tanwin
Dibaca
1

 

2




4.      Ikhfa ialah Nun mati/sukun  ( ن )  dan tanwin   (   ٌ   ٍ   ً   ) bertemu dengan salah satu huruf Ikhfa maka dibaca ..NG… Adapun huruf-hurufnya ada 15 yaitu :

No
Huruf
Contoh
Nun sukun
Dibaca
1

 

2


3


4


5


6


7


8


9


10


11


12

 

13


14

 

15


No
Huruf
Contoh
Tanwin
Dibaca
1

 

2


3


4


5


6


7


8


9


10


11


12

 

13


14


15




5.  Iklab ialah jika Nun sukun  ( ن )  atau tanwin  (  ٌ   ٍ   ً   ) bertemu dengan huruf Ba (  ) berubah bunyinya menjadi “M”, contohnya :

Huruf
Contoh

Nun sukun
Dibaca

 

Tanwin
Dibaca

 



D.  Hukum Tiga Idghom yaitu :

1.      Idghom Mutajanisain ialah mendengungkan huruf mati/sukun ke dalam huruf lain yang makhrojnya (tempat keluar huruf) sama, tapi bunyinya sedikit berlainan.

No
Huruf
Contoh
Dibaca
1
    ketemu  

 

2
    ketemu    


3
    ketemu  


4
     ketemu  


5
    ketemu   


6
     ketemu    



2.      Idghom Mutaqoribain ialah mendengungkan huruf mati/sukun ke dalam huruf lain yang bunyi keduanya hampir sama.

No
Huruf
Contoh
Dibaca
1
    bertemu  

 

2
    bertemu   


3
     bertemu    



3.      Idghom Mutamatsilain ialah mendengungkan huruf mati/sukun ke dalam huruf yang sejenis yang ada di hadapannya, contoh :

No
Huruf
Contoh
Dibaca
1
   bertemu  


2
    bertemu  


3
    bertemu  




E.     Hukum membaca Ro ( ada tiga cara yaitu :
1.      Dibaca Tafkhim (tebal),  jika :
a.       Huruf Ro berbaris fathah/fathatain ( َ   ً  ).
b.      Huruf Ro berbaris dommah/dommatain ( ُ     ٌ ).
c.      Huruf Ro mati setelah baris fathah atau dommah.
d.      Huruf Ro mati setelah kasroh ‘arridah (kasroh fi’il amr yang tidak terbaca jika diwashol).


2.      Dibaca Tarqiq (tipis), jika :
  1. Huruf Ro berbaris kasroh/ kasrotain (  ِ   ٍ ).
  2. Huruf Ro mati setelah baris kasroh.
  3. Huruf Ro berbaris setelah Ya mati.


3.      Boleh Tarqiq (tipis) dan boleh Tafkhim (tebal), jika : Huruf Ro mati setelah baris kasroh dan bertemu huruf Isti’la (yaitu huruf jika difathahkan berbunyi O).



F.      Hukum cara membaca lafaz ALLAH ( ﷲﺍ ) ada dua yaitu :
1.      Tafkhim (tebal) berbunyi ALLOH  jika didahului fathah َ  )  atau dommah  ُ   ).
2.      Tarqiq (tipis) berbunyi ALLAH  jika didahului huruf berbaris kasroh (  ِ  ).


Hukum
Contoh
Dibacanya
Dibaca Tafkhim (tebal)




Dibaca Tarqiq (tipis)





G.    Hukum Mim mati/sukun ( ada empat yaitu :
1.      Idghom Mutamatsilain ialah jika Mim sukun ( ) bertemu dengan Mim ( ).
2.      Ikhfa Syafawi ialah jika Mim sukun ( ) bertemu dengan Ba ( ).
3.      Izhar yaitu jika Mim sukun ( ) bertemu huruf hijaiyah selain Mim ( ) dan Ba ( ).
4.      Izhar Syafawi (sangat jelas) yaitu Mim sukun ( ) bertemu Fa ( ) atau Waw ( ).

Contoh
Idghom Mutamatsilain
Ikhfa Syafawi




Izhar
Izhar syafawi







H.    Hukum Mad (memanjangkan bunyi huruf ketika bertemu huruf mad).
·        Huruf Mad ada tiga yaitu : Alif  ), Waw (   ), dan Ya  ).
·        Mad ada dua macam yaitu : Mad Ashli atau Mad Thobi’I dan Mad Far’I (cabang).
·        Mad Ashli/Mad Thobi’I dibaca panjang 2 harokat, yaitu :
F     huruf Alif sukun ( ) setelah fathah (   ). Contohnya :
F     huruf Waw sukun (   ) setelah dommah (   ). Contohnya :         
F     atau huruf Ya sukun (   ) setelah kasroh (   ). Contohnya :
·        Mad Far’I (cabang) ada 10 macam, yaitu :
1.      Mad Wajib Muttashil, ialah jika mad Thobi’I bertemu Hamzah (ء) di satu kalimat. Panjangnya 5 harokat. Contohnya :
2.      Mad Jaiz Munfashil, ialah jika mad Thobi’I bertemu Hamzah (ء) di lain kalimat. Panjangnya 2-5 harokat. Contohnya :  
3.      Mad ‘Aridh Lissukun, ialah Mad Thobi’I bertemu huruf hidup di satu kalimat, dan huruf hidup itu mati jika dihentikan. (2-6 harokat). Contohnya :


4.      Mad Badal, ialah Hamzah berbaris fathah tegak atau terlentang. Panjangnya 2 harokat.

      Contohnya :
5.      Mad ‘Iwadh, ialah Fathatain ( ً ) jika dihentikan maka dibaca fathah, panjangnya 2 harokat. Contohnya :        
6.      Mad Lazim Kalimi, terbagi menjadi 2 yaitu :
1)      Mad Lazim Kalimi. Mad ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu :
o       Lazim Kalimi Mukhoffaf, ialah jika Mad Badal bertemu dengan huruf mati/sukun. Dibaca panjang 6 harokat. Contohnya : 
o       Lazim Kalimi Mutsaqqol/Musyabba’, ialah Mad Thobi’I bertemu huruf yang bertasydid (  ّ  ). Dibaca panjang 6 harokat. Contohnya : 
2)      Mad Lazim Harfi. Mad ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu :
o       Lazim Harfi Mukhoffaf, ialah huruf-huruf yang ada pada permulaan surat. Panjangnya wajib 2 harokat. Hurufnya ada 5 yaitu :          ر  -    -    -   - 
Contohnya :     
o       Lazim Harfi Musyabba’, ialah huruf-huruf yang ada di awal surat, ada 6, yaitu :        م - ك - ل  - س  -  ع - ص  - ق  - ن  panjangnya 6 harokat, contohnya :

7.      Mad Liin, ialah Waw mati ( ) atau Ya mati ( ) setelah fathah  ( َ ) bertemu huruf hidup, dipanjangkan jika berhenti, panjangnya 2-6 harokat. Contohnya : 
8.       

9.      Mad Shillah, ialah Ha bulat berbaris dommah terbalik ( ە ) atau kasroh tegak ( ە ) yang didahului huruf hidup, dan setelahnya tidak dibaca sambung, terbagi menjadi  2 yaitu :
1)         Mad Shilah Qosiroh, ialah jika di depannya bukan huruf Alif dibaca 2 harokat, contohnya :


2)         Mad Shilah Thowilah, ialah jika di depannya huruf Alif  dibaca 5 harokat, contohnya :
3)          

10.  Mad Farq, ialah Mad Badal bertemu huruf yang bertasydid (  ّ ), dibaca panjang 6 harokat.

      Contohnya :     
11.  Mad Tamkiin, ialah Ya  kasroh  bertasydid ( ) bertemu Ya sukun ( ),  panjangnya 2,2-6

      harokat. Contohnya :


I.       Hukum-hukum selain Mad
  1. Mubalaghoh, ialah Mad Shilah Qoshiroh yang didahului huruf mati, wajib dibaca panjang. Dan hanya terdapat satu kalimat saja di dalam Al-Qur’an, yaitu :        ﻪﻳـﻔ ﺩﻟـﺨﻳ (Yakhlid Fiihi)

  1. Isymam, ialah kalimat :            (QS. Yusuf : 11)    dibaca : Laa Ta’maunna.

  1. Imaalah, ialah kalimat :       (QS. Hud : 41)    dibaca : Bismillahi Majreeha.


J.  Qolqolah ialah bunyi memantul. Qolqolah terbagi 2, yaitu :
1.      Qolqolah Kubro (besar) ialah dipantulkan jika matinya karena berhenti atau dihentikan.
2.      Qolqolah Sughro (kecil) ialah dipantulkan jika matinya karena sukun.
Hurufnya ada 5 yaitu : ,,, ﻕ  perhatikan contohnya di bawah ini :

Hukum
Huruf-huruf Qolqolah dan Contohnya
Qolqolah Kubro





Qolqolah Sughro







K.  Tanda Waqof (berhenti)

No
Tanda Waqof
Penjelasan

1
Wajib berhenti
2
Waqof Mutlak
3
Boleh berhenti/tidak
4
Boleh berhenti
5
Boleh berhenti
6
ﻰﻟﻗ
ﻒﻗ
Dihentikan, lebih utama
7
ﻰﻟﺼ
Disambung lebih utama
8
Disini boleh waqof
9
Tidak boleh berhenti
10
Diwaqof seperti waqof sebelumnya
11
Seperti waqof mutlak
12
  - 
Rubu’ atau akhir surat
13

Berhentilah pada salah satu tanda tersebut. Jangan pada keduanya


L.     Macam-macam Waqof (berhenti) ada 4 yaitu :

1.      Waqof Taam (Waqof yang sempurna) ialah berhenti pada kalimat yang tidak ada sangkut pautnya dengan kalimat sebelumnya, baik dalam lafaz maupun ma’nanya.
2.      Waqof Kafi (Waqof yang cukup) ialah berhenti pada kalimat yang tidak bersangkutan dengan kalimat yang sesudahnya, atau kalimat yang sebelumnya, dalam lafaznya, tapi bersangkutan dengan ma’nanya.
3.      Waqof Hasan ialah waqof pada suatu kalimat, yang bila ditinjau dan susunan kalimat, sudah sempurna. Tapi bila menurut I’rob (tata bahasa), kalimat tersebut bersangkutan dengan kalimat yang sesudahnya dan sebelumnya. Waqof hasan ada dua yaitu :
Yang terjadi di pertengahan ayat dan yang terjadi di akhir ayat.
4.      Waqof Qobih (Waqof yang buruk) yaitu waqof di kalimat yang tidak sempurna, sehingga dapat menimbulkan pertanyaan dari ayat pada kalimat tersebut.


M.    Saktah

Saktah ialah diam selewatan/sejenak dengan tidak melepaskan nafas, juga tidak berupa waqof. Saktah ini di dalam Al-Qur’an hanya terdapat di empat surat, yaitu :

1.         Surat Al-Kahfi ayat 1 :                   
2.      Surat Yasiin ayat 52 :                           

3.         Surat Al-Qiyamah ayat 27 :                
4.      Surat Al-Muthoffifin ayat 14 :       

Tanda Saktah ialah huruf Sin      atau   saktah   yang ditulis dengan huruf kecil. Adapun panjang/ diamnya tidak bernafas kira-kira 1 harokat/ketukan.

N.    Tashiil
Ketika membaca surat As-Sajdah ayat 44 :        dibaca :       hukumnya Tashiil, maksudnya ialah Hamzah/Alif kedua dari kalimat tersebut tidak jelas dibaca fathahnya. Dan Panjangnya dua harokat (1 alif).


O.     Cara mewaqofkan ada beberapa cara yaitu :


1.      Jika di akhir kalimat berbaris fathah, dommah, kasroh, dommatain dan kasrotain. Lalu diwaqofkan maka akhirnya dimatikan, contoh :


Dibaca








2.      Jika di akhir kalimat berbaris fathah, dommah, kasroh, dommatain dan kasrotain. Tapi sebelum huruf akhir tersebut ada huruf yang mati/sukun. Jika diwaqofkan maka dimatikan juga huruf akhir tersebut, contoh :



Dibaca







3.      Jika di Akhir kalimat berfathah tanwin (fathatain), maka waqofnya dengan alif dan dibaca dengan fathah biasa (fathah satu), contoh :



4.      Jika di akhir kalimat ada huruf Ya bertanwin fathah (fathatain), maka waqofnya dengan alif juga dan dibaca dengan fathah biasa (fathah satu), contoh :



5.      Jika di akhirnya huruf Ta marbutoh ( ) berbaris, maka waqofnya dibaca H ( ), contoh :



6.      Jika di akhirnya Hu  ) atau Hi  ), maka waqofnya dengan mematikannya, contoh :



7.      Waqof Isyaroh/ rom (sekedar terdengar oleh yang membaca dan orang yang dekat) ialah mewaqofkan suatu kalimat yang huruf akhirnya hidup setelah huruf mati, contoh :



8.      Jika akhir kalimatnya bertasydid, maka waqofnya dengan mematikan huruf akhir tersebut, tapi tasydidnya tetap jangan dibuang, contoh :


9.      Jika akhir kalimatnya huruf Ya ( ) maka waqofnya dengan mematikan Ya itu, contoh :



10.  Kalimat yang ketika diwaqofkan sama dengan ketika diwashol, contoh :



P.   Makhrojil huruf ialah tempat keluar huruf-huruf hijaiyah. Perhatikan kolom di bawah ini :

Makhrojil huruf  (tempat keluar bunyi huruf)
Huruf yang keluar

Rongga mulut

    -     - 
Tenggorokan paling dalam
  /      -  
Pertengahan tenggorokan
       -   
Tenggorokan depan
     -    
Antara pangkal lidah dan langit-langit di atasnya
 
Ke depan sedikit dari makhroj huruf  Qof
Antara pertengahan lidah dan pertengahan langit-langit
  -   - 
Permulaan ujung lidah sampai geraham sebelah kanan yang berdekatan dengan lidah itu
Antara ujung lidah dan langit-langit yang berada di atas lidah itu
Dari ujung lidah ke depan sedikit dari makhroj huruf Lam
Dari makhroj Nun, tapi tidak menyentuh langit-langit
Ujung lidah serta pangkal gigi depan atas dan menekan ke langit-langit
  ﻂ  - ﺪ  - ﺖ 
Antara ujung lidah dekat gigi depan sebelah atas
 ﺺ  - ﺯ  - ﺲ
Antara ujung lidah dan ujung gigi depan sebelah atas
ﻅ   - ﺫ  - ﺚ
Dari dalam bibir bawah dan ujung gigi depan yang atas
Antara dua bibir dengan terkatup
 ﻢ    -   ﺏ
Antara dua bibir dengan terbuka keluar
Penghabisan hidung sebelah dalam (dengung / sangau)
Ghunnah, Idghom, Ikhfa


Perhatian :

·        Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah (cukup bagi mereka yang mampu untuk mempelajarinya).
·        Hukum membaca Al-Qur’an sesuai dengan tajwidnya ialah fardhu ‘ain (bagi setiap pembaca) dengan  mengikuti guru ngaji/orang yang pandai.
·        Hukum membaca Al-Qur’an dengan menggunakan huruf/tulisan abjad ialah haram, kecuali dalam proses pembelajaran. Karena kerugian yang akan didapat bagi orang-orang yang membaca Al-Qur’an dengan huruf/tulisan abjad ialah :
  1. Pengucapan bunyi-bunyi huruf (makhrojil huruf) sulit dibedakan. Karena banyak huruf-huruf hijaiyah yang bunyinya hampir sama.
  2. Sulit untuk menentukan hukum-hukum tajwid. Karena dalam tulisan abjad tidak mengenal sukun, syiddah, dan baris bacaan, serta sulit membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lainnya.
  3. Membaca Al-Qur’an dengan huruf/tulisan abjad besar kemungkinan akan merubah arti dan maksud dari ayat yang dibaca.
  4. Membaca Al-Qur’an dengan huruf/tulisan abjad tidak mendapatkan pahala pada setiap huruf yang diucapkan.
  5. Membaca Al-Qur’an dengan huruf/tulisan abjad jika dibiarkan maka pada generasi berikutnya akan lebih memilih membaca Al-Qur’an dengan huruf/tulisan Abjad, karena sudah tidak ada lagi yang dapat membaca Al-Qur’an dengan tulisan aslinya (tulisan Arab). Sehingga menjadi salah satu faktor penyebab hilangnya Al-Qur’an dari tulisan. Dan perlahan akan hilang dengan sendirinya (punah).
  6. Membaca Al-Qur’an dengan huruf/tulisan abjad secara tidak langsung telah menunjukkan pada dirinya bahwa dia tidak peduli dengan agamanya (Islam).
·        Janganlah malu dan jangan malas belajar membaca Al-Qur’an sampai bisa dan fasih.
·        Ajarkanlah membaca Al-Qur’an kepada mereka yang belum bisa membaca, demi berlangsungnya generasi yang Qur’ani.


Baca Pembahasan Yang Terkait Di Bawah Ini...



1 KOMENTAR:

Alhamdulilah akhirnya saya dapat banyak ilmu baru dari blog ini. Semoga dapat pahala yg berlimpah.thanks ya om dah sharing ilmu agama.

Post a Comment